UNIA Prenduan Menapaki Langkah Baru: Fungsionaris 2026–2030 Dilantik, Renstra Baru Jadi Kompas Penguatan Kampus Global
Berita 1 menit baca

UNIA Prenduan Menapaki Langkah Baru: Fungsionaris 2026–2030 Dilantik, Renstra Baru Jadi Kompas Penguatan Kampus Global

Admin Sekretariat UNIA

Prenduan - Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) menapaki langkah baru dalam penguatan tata kelola dan pengembangan institusi setelah melantik Fungsionaris Universitas Al-Amien Prenduan Tahun 2026–2030 dalam rangkaian Rapat Dosen Lengkap (RDL), Sabtu (15/8/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi UNIA untuk meneguhkan arah pengembangan institusi dalam empat tahun mendatang. Tidak berhenti pada pergantian struktur, momentum tersebut dirangkai dengan pemaparan Rencana Strategis (Renstra) UNIA 2026–2030, arahan strategis Rektor, sosialisasi hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026, serta dialog bersama dosen. Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan, perencanaan strategis, penjaminan mutu, dan keterlibatan sivitas akademika ditempatkan dalam satu gerak pengembangan institusi.

Pelantikan Fungsionaris UNIA Tahun 2026–2030 dipimpin oleh Pengasuh UNIA Prenduan, KH. Moh. Fikri Husain. Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya amanah baru bagi jajaran fungsionaris dalam mengawal roda kelembagaan dan menjalankan arah strategis universitas.

Renstra 2026–2030, Kompas Perjalanan UNIA

Setelah pelantikan, Rektor UNIA Prenduan, Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, M.A., menyampaikan pemaparan Renstra sekaligus arahan strategis universitas.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa Renstra tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi harus menjadi pedoman bersama dalam menerjemahkan visi besar universitas ke dalam kerja nyata setiap unit dan seluruh sivitas akademika.

“Renstra bukan sekadar dokumen yang disimpan, tetapi kompas yang harus menuntun setiap langkah kita. Karena itu, seluruh fungsionaris dan sivitas akademika harus bergerak dalam satu arah, bekerja dengan target yang jelas, dan menjadikan mutu serta kemajuan UNIA sebagai tanggung jawab bersama.” ungkap Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, M.A., Rektor UNIA Prenduan

Melalui Renstra 2026–2030, UNIA diarahkan untuk terus memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus memperluas kiprah akademik dan jejaring kerja sama. Arah tersebut menjadi penting bagi UNIA sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dari tradisi kepesantrenan namun terus membuka ruang bagi pengembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional dan global.

Mutu sebagai Gerak Berkelanjutan

Penguatan arah strategis tersebut berjalan beriringan dengan agenda penjaminan mutu. Dalam RDL, Ketua LP3M, Ahmad Zulfikar Ali, M.Kom., menyampaikan sosialisasi hasil AMI Tahun 2026.

Kehadiran agenda AMI dalam RDL menunjukkan bahwa perencanaan strategis dan evaluasi mutu ditempatkan sebagai dua bagian yang saling menguatkan. Apa yang direncanakan melalui Renstra perlu diukur, dievaluasi, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Menghidupkan Strategi melalui Dialog

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Bersama Dosen yang dimoderatori oleh Dr. Yusfar Ramadhan, M.Pd. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebijakan dan arah strategis universitas dengan gagasan serta masukan dari para dosen.

Bagi UNIA, penguatan institusi tidak hanya membutuhkan struktur dan dokumen strategis, tetapi juga kesatuan gerak seluruh sivitas akademika. Karena itu, dialog menjadi bagian penting dalam memastikan arah pengembangan universitas dapat dipahami dan diterjemahkan bersama.

Dari Prenduan untuk Dunia

Momentum pelantikan Fungsionaris 2026–2030 dan penguatan Renstra bukan sekadar agenda internal universitas. Lebih jauh, momentum ini menjadi bagian dari upaya UNIA meneguhkan identitasnya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang mampu membangun keunggulan akademik, karakter, dan jejaring global.

UNIA membawa kekhasan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ke dalam ruang pendidikan tinggi: tradisi keilmuan Islam, kultur kepesantrenan, pembentukan karakter, serta orientasi pengembangan yang semakin terbuka terhadap dunia.

Dengan struktur fungsionaris yang baru, Renstra sebagai kompas, dan mutu sebagai budaya kerja, UNIA Prenduan menatap periode 2026–2030 dengan agenda yang lebih besar: memperkuat institusi, meningkatkan mutu, memperluas jejaring, dan membawa kiprah kampus pesantren dari Prenduan menuju panggung global.

Dari Prenduan, untuk Indonesia dan dunia.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Bagikan Artikel

Komentar (0)

Minimal 2 karakter 0/1000

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!